Download PPT Materi
MENGENAL
MATA UANG LOGAM DAN KERTAS
MATERI KELAS 2 MUATAN MATEMATIKA
A.
Sejarah
Mata Uang
Mata uang merupakan alat atau bentuk transaksi yang dikakukan atas pembelian jasa maupun barang dari orang lain. Sebelum adanya mata uang, dahulu dalam melakukan transaksi jual beli dilakukan dengan barter yaitu dengan saling menukarkan barang atas kesepakatan kedua belah pihak. Setelah ditemukannya koin emas dan perak yang mempunyai dua unsur fungsi, yaitu sebagai alat tukar dan nilai tukar. Namun karena bahan emas di alam jumlahnya terbatas dan tidak mungkin digunakan sebagai mata uang secara terus menerus, maka dibuatlah sebuah cara agar koin juga dapat berperan satuan hitung yang kecil. Akhirnya dibuatlah koin dengan bahan yang berkualitas lebih rendah dari emas yaitu perak. Selanjutnya koin ini diberi nilai satuan hitung di atasnya yang menunjukkan nilai tukar uang tersebut. Kemudian satuan-satuan yang lebih kecil dibuat juga dengan bahan yang lebih rendah nilainya yang terbuat dari bahan tembaga disebut fulus (orang Barat menyebutnya valas).
Semakin perkembangan masa dan manusia mulai hidup
tersebar ke berbagai daerah, manusia merasa sulit apabila melakukan pertukaran
harus menggunakan uang logam. Dalam kapasitas perdagangan yang besar, juga
dibutuhkan kepingan logam yang banyak pula, sehingga menyulitkan pedagang untuk
membawanya. Faktor kesulitan ini yang akhirnya diatasi dengan cara membuat
sebuah alat tukar yang praktis, ringan dibawa, dan mudah disimpan lahirlah uang
kertas. selain uang kertas berfungsi sebagai:
·
Alat tukar
·
Nilai tukar
·
Satuan hitung, dan juga
·
Tanda bukti kepemilikan atas suatu bagian
logam mulia (emas).
B.
Bahan
Pembuatan Alat Pembayaran Uang Logam dan Uang Kertas
1. Uang
logam (Koin Indonesia)
Bahan
untuk membuat uang logam terbuat dari 3 macam logam, yaitu alumunium, nikel,
dan kuningan.
a) Uang
logam yang terbuat dari alumunium memiliki bobot lebih ringan dibandingkan
bahan logam lainnya. Sifat dari uang logam berbahan ini yaitu daya tahan kuat,
warnanya abu-abu dan jika masih baru warnanya bisa mengkilap.
b) Uang
logam berbahan nikel mempunyai bobot lebih berat, warnanya silver metalik,
lebih padat dan kuat bila dibandingkan dengan alumunium. Koin terbaru dengan
nominal 1.000 tahun emisi 2010, juga terbuat dari bahan ini.
c) Uang
koin berbahan kuningan mempunyai tampilan keemasan, bobotnya hampir sama dengan
nikel.
2.
Uang
Kertas Indonesia
Tidak dibuat dari
bahan kertas biasa dikarenakan tidak awet, mudah rusak baik sering dilipat
ataupun terkena air. Uang kertas terbuat dari bahan kapas. Bahan ini sejauh ini
terbukti tidak mudah rusak meski ditarik maupun ditekuk, atau dilipat. Bahan
kapas ini mampu bertahan tidak robek sampai dengan 3.500 kali lipatan bolak
balik.
C.
Kelebihan
dan Kelemahan Uang Logam dan Uang Kertas
1. Kelebihan
uang logam atau disebut dengan koin yang terbuat dari bahan logam alumunium,
kuningan, dan nikel sebagai berikut:
·
Uang logam tidak mudah rusak walaupun
penggunaannya ceroboh.
·
Bisa memudahkan jual beli
·
Tidak mudah hilang karena bobotnya berat
dan jika jatuh maka akan berbunyi
·
Tidak mudah dipalsukan karena nominalnya
kecil dan bahan logamnya juga mahal.
2. Kelemahan
uang logam berikut bisa menjadi pertimbangan dalam memanfaatkannya sesuai
kebutuhan:
·
Bahan baku uang logam lebih bernilai dan
banyak digunakan untuk membuat barang selain dalam bentuk uang, sehingga makin
lama bahannya akan semakin langka.
·
Bobot atau berat uang loam cukup berat
sehingga membuat orang malas membawa apalagi dalam jumlah banyak.
·
Butuh waktu lama untuk menghitung karena
nominalnya kecil-kecil.
3. Selain
uang logam, uang kertas juga memiliki keunggulan sebagai berikut:
·
Uang kertas bisa digunakan untuk transaksi
dengan denominasi besar.
·
Lebih
mudah dihitung karena bentuknya tipis dan memiliki denominasi besar.
·
Ringkas apabila dilipat atau dibawa ke
dalam dompet.
4. Walaupun
terdapat keunggulan, uang kertas juga mempunyai kekurangan, seperti dalam hal
penyimpanan yaitu:
·
Penyimpanan uang yang tidak benar dengan
cara melipatnya, menekuknya membuat uang akan menjadi lecek, kumal, dan kotor.
·
Rawan dipalsukan, dan lebih mudah hilang
karena bentuknya tipis.
·
Transaksi uang kertas tidak cocok untuk
pecahan kecil.
Kedua
jenis uang tersebut dicetak untuk tujuan yang berbeda. Tidak perlu dibandingkan
secara berlebihan dikarenakan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Gunakan
kedua jenis uang tersebut sesuai dengan kebutuhan. Selain itu memahami bahan
pembuatan logam akan menjadikan kita lebih peduli tentang bagaimana merawat
uang agar tidak mudah rusak dan praktis dalam penggunaannya,
Komentar
Posting Komentar