ANOTASI BIBLIOGRAFI

    Buku yang berjudul Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah merupakan buku yang diterbitkan sebagai pedoman bahan ajar. Buku pertama disusun oleh Drs. Bimo Walgito merupakan hasil cetakan IV EDISI KETIGA yang diterbitkan oleh Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta. Penyalur tunggalnya yaitu Toko Buku “Gunung Agung” Yogyakarta. Sedangkan buku yang kedua tidak jauh berbeda dengan buku sebelumnya yaitu berjudul Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling) sumbangan fikiran bagi para administrator sekolah dan guru-guru serta calon guru. Disusun oleh I. Djumhur pengawas pada Kabin PG TT Provinsi Jawa Barat dan Drs. Moh. Surya Dosen IKIP Bandung. Penerbitnya adalah CV. ILMU Bandung.

    Tentunya penyusun mempunyai maksud dan tujuan dalam penulisan buku ini. Pada buku pertama tujuan penyusun menyusun buku ini karena atas desakan para mahasiswa dan para kursister (yaitu guru-guru SMA di Yogyakarta yang mengikuti in-service training) sebagai pedoman bahan ajar mereka. Selain itu tujuan lainnya adalah untuk mengupas hal-hal yang sifatnya teoritik sebagai landasan untuk kerja praktik. Sedangkan pada buku kedua tujuan penyusun adalah untuk mengemukakan gambaran dan petuntuk-petunjuk konkret kepada para administrator sekolah, pengawas dan guru-guru tentang bagaimana cara mengatur program Bimbingan di sekolah, baik di Sekolah Dasar, maupun di Sekolah Lanjutan. Selain itu adalah untuk memberikan pengetahuan dasar dan pedoman-pedoman praktis kepada para siswa Lembaga-lembaga Pendidikan Guru (SPG/KPG/PGAA dan yang sejenis), sehingga mereka kelak dapat ikut aktif bergerak dalam melaksanakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan kepada murid-murid di bawah asuhannya.

    Pada buku pertama terdapat dua bagian. Pada bagian satu mengupas hal-hal yang sifatnya lebih teoretik, sebagai landasan untuk kerja praktik. Bagian satu isinya meliputi tiga bab. Pada bab pertama membahas tentang pengertian bimbingan penyuluhan, kemudian pendekatan dan perkembangan bimbingan dan penyuluhan secara umum. Lalu pada bab dua membatasi pembicaraan bimbingan dan penyuluhan yang bergerak di bidang persekolahan, lapangan pekerjaan dan lapangan sosial. Sedangkan pada bab tiga membahas mengenai beberapa macam metode yang dapat dipergunakan untuk memperoleh data di dalam merealisasi bimbingan dan penyuluhan. Lalu pada bagian dua berisi tentang usaha-usaha praktik dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan, penyelenggaraan kelompok belajar, kotak masalah persiapan penjurusan, papan bimbingan dan konseling.

    Sedangkan padaa buku yang kedua tidak jauh berbeda isinya dengan buku yang pertama. Di dalamnya membahas mengenai latar belakang sosial-kultural, pendidikan, teknik-teknik memehami minat yang isinya berupa wawancara, observasi tes hasil belajar, jenis-jenis masalah yang dihadapi individu dan peranan guru dalam bimbingan. Hampir sama dengan bahasan pada buku pertama yang berisi metode mendapatkan data di dalam bimbingan dan penyuluhan.Terdiri dari empat belas bab yang setiap babnya membahas materi secara jelas dan spesifik. Misalnya pada bab dua, materi yang disampaikan mengenai pengertian bimbingan dan penyuluhan yang isinya berupa pengertian, maksud, hubungan, dan tujuan. Kemudian untuk bab-bab selanjutnya juga berisi tentang materi yang berkaitan dengan bab yang ada di dalamnya.

    Perbandingan antara buku pertama dan kedua adalah dari segi bentuknya. Kedua buku tersebut sebenarnya sudah sangat praktis karena tampilannya yang ringkas dan tidak berat untuk dibawa membuat buku ini lebih mengundang minat pembaca. Kemudian warna sampul kedua buku dirasa sudah bagus karena desainnya menarik dengan tampilan warna yang cantik. Hanya saja dalam isi, buku lebih lengkap menggunakan buku kedua dibanding buku yang pertama. Karena materi yang diberikan lebih detail dan tahapannya ditulis secara runtut. Untuk kertas yang digunakan keduanya sama-sama menggunakan kertas buram. Tetapi penulisannya sudah rapi dan kata-katanya sudah tertata dengan baik. Pada buku pertama merupakan edisi ketiga yang dirrevisi dan buku lama untuk menyempurnakan dari cetakan edisi kedua. Ketebalan bukunya juga berbeda. Untuk buku yang pertama terdiri dari 165 halaman, sedangkaan buku kedua terdiri dari 221 halaman.

    Menurut saya, sebagai buku pedoman pembaca tidak harus teracu fokus pada satu buku saja. Karena sebenarnya setiap buku memiliki perbedaan cara pandang dan cara penyampaiannya walaupun konsep pembahasannya sama. Untuk itu pembaca dianjurkan banyak membaca buku dari banyak sumber agar mendapat banyak pengetahuan dan referensi. Diharapkan bisa mengetahui buku mana yang benar-benar mempunyai pembahasan yang berbobot. Namun setiap buku pasti memiliki  kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu perbanyaklah membaca agar ilmu yang kita dapatkan semakin luas.

Komentar